Menempa Cakrawala (Seri 2)

Rp 120.000

Lodu berhasil mematahkan belenggu rantai di lengannya dengan mempertaruhkan seluruh hidupnya pada Semesta. Tetapi daratan di seberang lautan ternyata tidak lebih bebas dari rumah yang ia tinggalkan. Bersama Koda, ia berjalan menembus dunia yang dipenuhi pengkhianatan dan luka, setiap langkah seolah selalu menuntut pengorbanan.

Berkali-kali dijatuhkan dan ditikam oleh nasib tidak membuat Lodu tumbang, justru menjadikan jiwanya semakin tajam saat cakrawala menempa dirinya tanpa ampun. Di tengah perjalanan itu, perlahan tumbuh sesuatu yang lebih besar daripada sekadar keinginan untuk bebas, sesuatu yang mampu mengubah seorang manusia menjadi legenda sekaligus ancaman bagi dunia yang pernah meremehkannya.

Deskripsi

Judul Buku Menempa Cakrawala
Penulis Mai Warman
Klasifikasi 19+
Penyunting Fransisca Septiana
Ukuran 13,5 x 19 cm
Cover Soft Cover
Jmlh hlm vi + 446
Tebal Buku 2,5 cm
ISBN 978-634-05-1616-6
Penerbit Ruang Publik Press
Kategori Fiksi; Novel

Beli buku:

Driver Ojek Online • Speleologer

Mai Warman

Mai Warman adalah seorang penjelajah narasi yang memadukan ketajaman intelektual dengan insting petualang seorang speleologer. Keahliannya menembus kegelapan abadi dalam aktivitas susur gua telah melahirkan gaya penulisan yang unik, detail, atmosferik, dan sarat akan emosi yang mendalam. Sayangnya, otak encer itu sering tidak sejalan dengan isi dompet. Saat uang di tabungan sudah menipis hingga titik nadir, ia terpaksa menanggalkan citra intelektualnya dan kembali menarik gas motor sebagai pengemudi ojek daring. Seringkali ia harus menahan malu ketika penumpangnya adalah pembaca setia bukunya, sementara ia sendiri sedang berjibaku dengan kemacetan kota sambil memikirkan cicilan yang menumpuk.

Dikenal sebagai kreator di balik karya fiksi seperti Titik Temu di Mandalawangi dan Trilogi Cakrawala Lodu (Debu Sabana, Menempa Cakrawala dan Kepulangan Sang Ayam Jantan), Mai mengeksplorasi hubungan sosiokultural yang kompleks dengan latar Indonesia Timur. Ia menulis cerita tentang petualangan epik dengan sangat megah, padahal saat menulis bab penutup buku tersebut, ia sedang duduk di pinggir jalan menunggu pesanan kopi yang belum lunas dibayar.

Di ranah non-fiksi, dedikasinya dalam dokumentasi bawah tanah tertuang dalam buku teknis Simple Lighting for Cave Photography (Elex Media Komputindo), yang kini menjadi rujukan utama bagi para fotografer medan ekstrem. Dengan jejak profesional yang kuat di bidang fotografi dan komunikasi, Mai Warman terus merajut sejarah dan alam ke dalam literasi Indonesia yang visioner, meskipun hidupnya sendiri kadang terasa seperti labirin gua yang tak kunjung menemukan jalan keluar bagi masalah finansialnya.

← Kembali ke katalog